Log in

Muncikari Miranda Jessika Dihukum 6,2 Tahun Penjara

Terdakwa Miranda Jessika mendengarkan vonis hakim di PN Medan, Rabu (4/12). Terdakwa Miranda Jessika mendengarkan vonis hakim di PN Medan, Rabu (4/12).

Medan-andalas  Majelis hakim menghukum Miranda Jessika Natalia alias Ica (21) selama 6 tahun 2 bulan (6,2 tahun) denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan. Terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana prostitusi menjual (muncikari) wanita ke hidung belang.

Dalam amar putusannya, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 10 jo Pasal 2 ayat (1) UU RI Nomor 21 tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Miranda Jessika Natalia selama 6 tahun 2 bulan," ujar Ketua Majelis Hakim, Irwan Effendi di ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (4/12).

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Robert Silalahi, yakni 8 tahun penjara dan denda Rp120 juta subsider 6 bulan kurungan. Terdakwa dan JPU menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut.

Dalam dakwaan JPU, kejadian bermula pada 7 Mei 2019, petugas Poldasu mendapat informasi masyarakat adanya dugaan tindak pidana perdagangan orang.

"Selanjutnya, petugas melakukan undercover buy (penyamaran) dengan cara memesan wanita dari terdakwa Miranda Jessika Natalia melalui chat aplikasi WhatsApp," terang JPU.

Petugas memesan dua wanita untuk disewa jasanya. Kemudian, terdakwa menjelaskan, tarif satu kali main/bersetubuh (short time) sebesar Rp1.500.000. Petugas dan terdakwa berjanji bertemu di Hotel Antares Jalan SM Raja Medan.

Pada pukul 20.00 WIB, korban Novi dan terdakwa bertemu di Jalan Setia Budi Medan langsung berangkat ke Hotel Antares dengan angkutan online.

Terdakwa yang lebih dulu tiba membawa Monica ke lantai 5 kamar 509. Saat itu, petugas yang menyamar memberikan uang sebesar Rp1.500.000 sebagai panjar dari jasa pelayanan seks kepada terdakwa.

"Karena kamar yang dipesan hanya satu, maka yang pertama sekali melayani tamu adalah Monica. Beberapa menit Monica sedang melayani tamu, petugas kepolisian melakukan penggerebekan," pungkas Robert.

Terdakwa dan kedua korban juga turut dibawa ke Poldasu untuk pemeriksaan.

"Kepada polisi, Novi mengaku juga menawarkan memberikan pelayanan jasa seks persetubuhan kepada konsumen secara Long Time (satu malam) dengan bayaran Rp1.500.000-," ungkap jaksa.

Tamu memberikan pembayaran melalui terdakwa. Setelah selesai melakukan persetubuhan dengan tamu, Novi memberikan fee kepada terdakwa sebesar Rp700.000, karena mencarikan tamu.(AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C