Log in

2020 Sumut Hadapi Lima Tantangan Perekonomian

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Wiwiek Sisto Widayat, Gubsu Edy Rahmayadi diabadikan bersama para pimpinan BUMN, stakeholder, tokoh agama, pimpinan akademisi dan lainnya. andalas/siong Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Wiwiek Sisto Widayat, Gubsu Edy Rahmayadi diabadikan bersama para pimpinan BUMN, stakeholder, tokoh agama, pimpinan akademisi dan lainnya. andalas/siong

Medan-andalas Bank Indonesia (BI) menyebutkan Sumatera Utara (Sumut) menghadapi lima tantangan perekonomian pada tahun 2020. Sejumlah tantangan perekonomian itu masih perlu mendapat perhatian dari seluruh pemangku kepentingan.

Hal itu dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Wiwiek Sisto Widayat pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2019 bertema “Sinergi, Transformasi, Inovasi” di Hotel Adi Mulia, Medan, yang dihadiri Gubsu Edy Rahmayadi, para pimpinan BUMN, stakeholder, tokoh agama, pimpinan akademisi, dan lainnya.

Dikatakannya, berbagai tantangan itu dapat menjadi faktor penahan dalam upaya mendorong dan mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi. “Lima tantangan ini perlu segera diatasi,” imbuhnya.

Dijelaskannya, tantangan pertama adalah masih besarnya ketergantungan terhadap ekspor terkait komoditas perkebunan dan gejala berkurangnya kontribusi lapangan usaha industri pengolahan kepada perekomian.

Ia melihat di tengah potensi sumber daya alam yang cukup beragam, ekspor Sumut ke pasar luar negeri masih sangat didominasi oleh produk CPO dan karet olahan. Lalu, tantangan kedua yaitu belum optimalnya efisiensi investasi dan masih cukup rendahnya daya saing Sumut dibandingkan daerah lain.

“Lemahnya daya saing pada gilirannya dapat semakin menghambat upaya untuk memperbaiki investasi karena investor akan cenderung memilih daerah dengan daya saing yang lebih baik,” ujarnya.

Selanjutnya, tantangan ketiga yaitu masih terbatasnya kemampuan fiskal serta adanya tendensi backloading dan prosiklikalitas pada pola realisasi belanja daerah.

Tantangan keempat yaitu masih diperlukannya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sampai dengan pertengahan tahun 2019 Sumut masih menjadi salah satu provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka yang cukup tinggi dibandingkan dengan provinsi lain.

Kemudian tantangan yang kelima yaitu risiko tergerusnya daya beli masyarakat seiring dengan fluktuasi inflasi, khususnya inflasi kelompok bahan makanan (pangan).

Diungkapkannya, lebih besarnya kenaikan inflasi dibandingkan dengan pendapatan masyarakat akan berdampak pada semakin buruknya tingkat kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, dengan berbagai tantangan yang ada, Sumut juga perlu memperkuat sinergi, transformasi, dan inovasi untuk menjaga momentum perbaikan ekonomi. “Untuk mengakselerasi perekonomian, transformasi pada sumber pertumbuhan perlu dilakukan,” ujarnya.

Dituturkannya, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi akan dapat diraih melalui transformasi ekonomi dari sumber daya alam ke manufaktur, dan transformasi birokrasi untuk mendorong investasi serta lapangan kerja. Kemudian, transformasi fiskal, dan transformasi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Wiwiek juga menilai, sinergi dalam inovasi digital perlu dilakukan guna mendukung integrasi ekonomi dan keuanhan digital sebagaimana arah nasional. “Kami akan mendorong terbangunnya ekosistem dari e-commerce dan fintech agar mampu mempercepat inklusi ekonomi dan keuangan sebagai daya dukung ekonomi Indonesia kedepan,” tandasnya. (SIONG)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C