Log in

Pabrik Penggilingan Jagung Resahkan Warga Perdamaian

Pabrik pengolahan jagung yang meresahkan warga Lingkungan IV Sempurna, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Langkat. Pabrik pengolahan jagung yang meresahkan warga Lingkungan IV Sempurna, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Langkat.

Beroperasi di Kawasan Padat Penduduk

Stabat-andalas Warga Lingkungan IV Sempurna, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat resah dengan aktivitas pabrik pemggilingan jagung di kawasan padat pendudduk tersebut. Pasalnya, polusi udara dan suara sangat mengganggu kenyamanan warga yang berada di sekitar pabrik.

Seperti disampaikan Rismon, salah seorang warga yang tinggal di sekitar pabrik, suara yang dikeluarkan mesin produksi penggilingan jagung tersebut sangat mengganggu masyarakat di sekitar pabrik.

"Bayangkan saja, kalau pagi, pas baru mulai giling, suaranya kuat. Kalau sudah mulai siang barulah uaranya mulai berkurang, tapi tetap saja mengganggu, bang,” ujar Rismon kepada wartawan, kemarin.

Menurut Rismon, pabrik penggilingan jagung yang disebut-sebut dikelola berinisial A tersebut sudah beroprasi lebih kurang 10 tahun dan tidak pernah ditertibkan pihak terkait. "Lucu juga. Dulu waktu pabriknya masih kecil memang tidak begitu mengganggu. Namun kini, setelah besar, jelas sangat mengganggu ketenangan warga. Pernah juga kami protes ke kantor kelurahan terkait rusaknya jalan di lingkungan kami akibat sering dilewati truk-truk pengangkut jagung, tapi sampai sekarang keluhan kami tidak pernah digubris,” ujarnya.

Sebagai gambaran, Rismon menambahkan, jalan itu dilalui truk-truk bermuatan 20-30 ton. Masyarakat sudah meminta pihak terkait untuk turun dan meninjau pabrik tersebut. Hal senada disampaikan Toni, warga yang juga tinggal di sekitar pabrik. Dikatakan, walau pabrik itu sudah melanggar Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), tapi sampai sekarang tidak pernah digubris dinas terkait.

"Jadi, mau ke mana lagi kami harus mengadu. Padahal abu dari kulit ari jagung yang diproduksi telah mengusik ketenangan warga. Bahkan, kulit ari jangung kerap masuk ke rumah warga. Jadi, macam ada saljunya lantai rumah kami. Yah, jadi gatal-gatal kulit kami dibuatnya, bang,” bebernya.

Karena itu, Toni berharap agar keberadaan pabrik itu bisa ditinjau ulang guna dilakukan penertiban. Melihat kondisi tersebut, menurut Toni, pabrik penggilingan jagung tersebut harus ditertibkan, apalagi pihak perusahaan tidak pernah meminta persetujuan warga sekitar dalam mendirikan pabrik tersebut. "Tidak ada itu perseyujuan warga," tegas Toni.

Sementara itu, Lurah Perdamaian Asrul Erwin saat dikonfirmasi melalu pesan WhatsApp terkait izin pabrik yang meresahkan warga tersebut, mengatakan, pihaknya sudah lupa apakah ada atau tidak izinnya, sebab yang mengurus izinnya langsung dari Satpol PP. Asrul pun menyarankan agar ditanya atau konfirmasi saja ke KPT. "Yang mengurus izinnya langsung dari Satpol PP. Jadi, tanya atau konfirmasi saja ke KPT,” ujarnya. (BD)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px