Log in

Ketua HNSI 'Buka Kartu' Diskanla Langkat

Ketua HNSI Kabupaten Langkat Zulham Efendi Ketua HNSI Kabupaten Langkat Zulham Efendi

Stabat-andalas Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Langkat Zulham Efendi mengaku kecewa dengan kabar beredar seorang pejabat di Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Langkat berinisial Ag beserta seorang penyuluh berinisial Don, seorang tenaga honor berinisial Bit, dan dua ketua kelompok nelayan asal Tanjung Pura, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) kepolisian, Jumat (5/7) lalu.

Kendati begitu saat ditemui wartawan di kediamannya di Dusun Fajar, Desa Pematang Tengah, Kecamatan Tanjung Pura, Rabu (10/7), Zulham mengaku belum memastikan apakah benar dua anggotanya tersebut terjaring OTT.

“Saya sudah menghubungi beberapa orang pengurus dan anggota rukun nelayan yang ada di Tanjung Pura dan mereka mengaku sudah mendengar kabar tersebut, tapi mereka belum mengetahui ketua dari kelompok mana yang diamankan kemarin itu,” beber Zulham yang jugaKetua DPD Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup (LKLH) Kabupaten Langkat.

Zulham yang mengaku heran bercampur kecewa lantaran sudah beberapa kali terjadi OTT di Dinas Perikanan dan Kelautan Langkat lantas bicara blak-blakan 'membuka kartu' Diskanla Langkat yang sangat kurang memperhatikan HNSI Langkat selama kepemimpinannya yang sudah berjalan tiga tahun.

“Selama ini tidak ada kerja sama yang baik dari Diskanla Langkat dengan HNSI. Padahal sudah kami mintakan ke Kadis agar setiap proposal yang diajukan kelompok nelayan harus melalui persetujuan Ketua HNSI Langkat supaya tertib adminstrasi. Jadi agar jelas dan diketahui serta tidak ada tumpang tindih dalam penerimaan bantuan dan bisa terhindar dari pungli,” beber Zulham.

Namun permintaan itu tidak pernah digubris, sehingga berapa nilai bantuan yang diserahkan Diskanla Langkat kepada para anggota kelompok nelayan, tidak diketahui dengan jelas.

“Bahkan, setiap kali saya ke Kantor Diskanla, saya tidak pernah digubris mereka. Maunya mereka ya, HNSI itu tidak berperan. Bahkan, mereka memberi imbauan kepada para kelompok nelayan, kalau mengajukan proposal ke Diskanla melalui HNSI Langkat, pasti tidak akan diterima proposalnya. Ada apa ini, berarti kan ada permainan di Diskanla Langkat,” cetus Zulham.

Karena itu, selain kecewa, aktivis muda ini juga mengaku senang dan bersyukur atas OTT tersebut. Pasalnya, dia merasa doanya selama ini sudah terjawab.  “Ya, sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Jadi, senang jugalah masalah di Diskanla ini terangkat. Namun, yang disayangkan, kenapa kok Mas Ag pula yang diangkat. Padahal bagus kali orangnya, Mas Ag itu bang,” ujarnya.

Zulham juga mengaku sudah muak dengan oknum pimpinan Diskanla Langkat, lantara  tidak pernah menjalin kerja sama yang baik dengan Ketua HNSI Langkat sebagai pimpinan wadah nelayan.

“Bayangkanlah, setiap ada penerimaan bantuan untuk kelompok nelayan, saya tidak pernah diundang. Pernah saya meminta data penerima bantuan dari di Pulau Kampai tahun 2017, tapi tidak dikasih mereka. Jadi, jelas tidak ada transparansi Diskanla ke HNSI. Cocoknya oknum berinisial SBY itu yang diangkat polisi kemarin itu, sebab dialah ‘pemainnya’ di Diskanla itu,” cetusnya.

Zulham menyebut HNSI pernah mengajukan kerja sama dengan Diskanla Langkat pada tahun 2018. Namun permohonan itu tak digubris SBY yang notabene pimpinan di dinas tersebut.

“Pantas tahun 2016 dana sebesar Rp1,7 miliar dan tahun 2017 sebesar Rp3,7 miliar bantuan untuk nelayan berakhir begitu saja tanpa diketahui ke mana dana itu disalurkan,” sebut Zulham.

Dalam kesempatan itu Zulham mengimbau kepada seluruh kelompok nelayan di Kabupaten Langkat kembali bersatu dan jangan mau dipecah-belah. “Jika nelayan terpecah-belah, maka akan rawan terjadi pungli dalam penyaluran bantuan dari pemerintah,” ujarnya.

Zulham menyebut sedikitnya ada 50 rukun nelayan di 10 kecamatan di Kabuten Langkat. Sembilan kecamatan tersebar di pesisir Langkat dan satu lagi di Kecamatan Padang Tualang.  “Dari 50 rukun nelayan tersebut, tercatat hampir 20.000 nelayan yang butuh perhatian dan bantuan dari instansi terkait. Jadi, jangan sekali-sekali ‘mencuri hak’ mereka,” tegasnya. (BD)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px