Log in

Jaminan Produk Halal Tanggung Jawab Negara

SOSIALISASI - Anggota DPRD Medan, Salman Alfarisi menggelar sosialisasi Perda No.10 tahun 2017 tentang Pengawasan serta Jaminan Produk Halal dan Higienis SOSIALISASI - Anggota DPRD Medan, Salman Alfarisi menggelar sosialisasi Perda No.10 tahun 2017 tentang Pengawasan serta Jaminan Produk Halal dan Higienis

Medan-andalas Perlindungan dalam mengkonsumsi produk halal dan higienis merupakan bagian dari tanggung jawab negara. Perlindungan bukan hanya berkaitan pada aspek keamanan saja, namun juga ketersediaan produk halal.

Di level kota seperti Medan yang merupakan kota besar di Indonesia, keberadaan regulasi ini  sangat penting bagi produsen makanan, obat, kosmetik, produk kimia, produk yang diolah secara genetis serta importir produk itu.

"Kita sangat berharap Perda No.10 tahun 2017 tentang Pengawasan serta Jaminan Produk Halal dan Higienis bisa maksimal dijalankan dan diterapkan Pemko Medan agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya," ungkap anggota DPRD Medan, H. Salman Alfarisi LC, MA saat menggelar sosialisasi perda tersebut di Jalan Karya Wisata Komp. Johor Indah Permai I, Minggu (14/7).

Diakuinya, Pemko Medan memiliki kewajiban menjaga masyarakat agar mendapat perlindungan dan jaminan kehalalan produk dikonsumsi. Terlebih lagi menghadapi era pasar bebas yang kini tengah berlangsung, produk-produk dengan mudahnya keluar masuk dari Indonesia.

"Selain mengontrol produk dari luar, perda ini juga memiliki jangkauan maksimal dalam menata produk lokal agar sesuai dengan ketentuan sehingga aman di konsumsi," urainya.

Dia menambahkan, masyarakat sudah resah dengan informasi produk panganan asli Medan yang masih bermasalah dengan sertifikasi dan label halal di Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Harusnya Pemko Medan bisa memberi terobosan menyelesaikan persoalan ini dengan produk hukum yang ada. Kita melihat persoalan ini terus berlarut hingga ke masyarakat," sebutnya seraya mengatakan  perda juga untuk melindungi masyarakat dari makanan tidak bergizi dan bermanfaat, khususnya umat muslim.

Dia juga menjelaskan, banyak produk makanantidak hanya diproduksi dalam negeri saja. Melainkan langsung diimpor dari negara lain oleh masyarakat Indonesia. Perlindungan bukanlah kebutuhan kaum muslimin saja tetapi kebutuhan seluruh umat manusia.

"Halal disini, berarti bahan atau jenis makanannya, sedangkan thayyib atau baik berarti kebersihan dan kesehatannya yang dalam bahasa perda ini disebut dengan higienis," ucap Salman.

Hal terpenting dari produk halal adalah bahan baku dan proses pembuatan produk tersebut. Bahan baku yang berasal dari hewan tertentu dianggap haram (lawan dari halal) termasuk bangkai, darah, dan babi. Begitu juga tumbuhan dianggap haram bila menyebabkan ketergantungan (mabuk) dan/atau berbahaya bagi kesehatan manusia bila dikonsumsi.

Proses pembuatan yang halal mensyaratkan bahwa lokasi, sarana, peralatan, pemrosesan, penyimpanan, kemasan, penyebaran, dan penjualan produk halal harus terpisah dari produk tidak halal. Selain itu, fasilitas pembuatan produk halal harus dijaga agar bersih dan higienis, bebas dari kenajisan, dan bebas dari bahan non-halal.(THA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px