Log in

Rapor Merah Timnas U-18, Cuma Rebutan Medali Perunggu


Jakarta-andalas Myanmar menjadi lawan Timnas Indonesia U-18 pada perebutan tempat ketiga Piala AFF 2019. Pertandingan berlangsung di Thong Nhat Stadium, Senin (hari ini). Kedua tim harus puas memperebutkan medali perunggu karena kalah di pertandingan masing-masing. Timnas Indonesia U-18 dikalahkan Malaysia 3-4 melalui perpanjangan waktu, sedangkan Myanmar dikalahkan Australia 1-2.

Myanmar sempat unggul atas Australia di Go Dau Stadium, Sabtu (17/8), melalui La Min Htwe ('18). Namun, Australia membalikkan kedudukan lewat Lachlan Brook ('57) dan Kai Clifton Trewin ('77).

Laga mendatang merupakan ulangan fase grup. Malaysia mengalahkan Australia 3-0 pada persaingan Grup B. Sementara Timnas Indonesia U-18 bermain 1-1 melawan Myanmar.

Anak asuh Fakhri Husaini kini berupaya mencetak hattrik dengan menempati peringkat tiga Piala AFF U-18 secara beruntun. Timnas Indonesia U-18 sebelumnya naik podium pada 2017 dan 2018.

Sementara Malaysia berpeluang mempertahankan gelar Piala AFF. Sedangkan Australia coba menambah koleksi empat titel setelah berjaya pada 2006, 2008, 2010, dan 2016.  Timnas Indonesia U-18 dikalahkan Timnas Malaysia U-18 di semifinal Piala AFF U-18 2019. Rapor merah Garuda Nusantara berlanjut.

Indonesia kalah 3-4 dari Malaysia di Gò Ð?u Stadium, Thu Dau Mot, Vietnam, Sabtu (17/8). Saling kejar-kejaran gol hingga 120 menit pertandingan, skuat Fakhri Husaini yang harus menyerah. Hasil ini membuat Indonesia melanjutkan rapor merahnya saat menghadapi Malaysia di Piala AFF U-18/U-19. Dari enam laga, Timnas Indonesia U-18 belum pernah menang.

Indonesia kini menelan tiga kekalahan dan tiga kali berimbang. Kekalahan ditelan Indonesia di Piala AFF 2003 dan 2018 (kalah adu penalti) dan 2019. Sementara hasil imbang didapat pada edisi 2002, 2005, dan 2013. Kekalahan dari Malaysia membuat Indonesia hanya bisa memperebutkan posisi ketiga. Calon lawan Amiruddin Bagus dan kawan kawan adalah mereka yang kalah pada laga Australia vs Myanmar.  

Dua Masalah

Pada sesi pemulihan timnas sepak bola U-18, pelatih kepala Fakhri Husaini menuturkan ada dua hal yang menjadi masalah usai timnya bertarung melawan Malaysia di semifinal Piala AFF di Stadion Binh Duong. Usai dikalahkan Malaysia 3-4, Fakhri melihat para pemainnya menghadapi masalah kondisi fisik dan psikis yang menurun.

"Fisik mereka sangat terkuras karena tampil 120 menit di lapangan yang becek. Sebagian besar pemain tidak punya sepatu pul enam, sehingga beberapa kali kalah adu sprint dengan pemain-pemain Malaysia. Itu menguras stamina mereka," tutur Fakhri usai sesi pemulihan di Binh Duong, Minggu.

Masalah kedua yang juga dialami pemain skuat Garuda Nusantara adalah mental yang jatuh setelah kalah dengan skor tipis dan gagal melanjutkan ke babak final.

"Ini dua hal yang perlu kami perbaiki secepatnya, karena secara taktik meskipun ada beberapa kesalahan kemarin, tapi menurut saya dua hal itu yang perlu diperbaiki," kata Fakhri.

Ia berharap dengan sesi pemulihan dan istirahat bagi para pemain hari ini bisa memberikan tambahan energi untuk bersiap menghadapi Myanmar di hari ini. Sebelumnya, kedua tim sempat bertemu dalam laga kelima penyisihan Grup A dengan berakhir skor imbang 1-1.(Lip/DTC/ANT)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px