Log in

Jepang Masters Hanya Tunggal Putra Juara


Jakarta-andalas Firman Abdul Kholik menjadi juara di Jepang Masters 2019 dan menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berjaya di kejuaraan badminton level BWF World Tour Super 100 yang berlangsung di Arena Akita, Jepang, Minggu (18/8).

Firman yang berstatus magang di Pelatnas PBSI Cipayung merupakan unggulan kelima dalam turnamen tersebut. Pebulutangkis peringkat 54 dunia itu berhadapan dengan Yu Igarashi yang menempati peringkat 82 dunia.

Pada gim pertama Firman sempat tertinggal 3-7. Setelah mengunci perolehan poin lawan di angka delapan, Firman kemudian terus memimpin. Skor sempat imbang 13-13, namun Firman kembali memimpin dan menutup gim pertama dengan kemenangan 21-18.

Pada gim kedua, Pebulutangkis 22 tahun itu kemudian mampu bangkit dan memimpin. Igarashi sempat menyamakan kedudukan pada angka 20-20. Dua poin dari Firman setelah setting memastikan Indonesia meraih satu gelar dari Jepang.

"Saya dari awal coba untuk kontrol permainan lawan dan menyerang begitu dapat peluang. Pemain Jepang kan memang mainnya reli begitu, jadi sebisa mungkin saya sabar dulu dan tidak buru-buru mau menyerang, benar-benar menyerang kalau ada kesempatan," ujar Firman.  

Kepercayaan diri Firman juga tidak lepas dari momentum 17 Agustus yang membuatnya bersemangat meraih gelar kedua pada tahun ini setelah Vietnam International Challenge.

"Apalagi di suasana kemerdekaan ini, pasti ada rasa ingin membanggakan Indonesia. Saya merasa lebih yakin lagi mainnya, hadiah untuk Indonesia," ungkapnya.

Sementara wakil Indonesia lain yang tampil di final Jepang Masters, Putri Syaikah/Nita Violina Marwah, kalah dari unggulan kedua asal Jepang, Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata, 17-21, 21-14, dan 21-15.  
 
Berburu Emas

Sementara itu, pemain Indonesia berburu medali emas ke Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019. Kompetisi yang termasuk ke dalam agenda resmi BWF ini dijadwalkan mulia 19-25 Agustus 2019. Hendra Setiawan berpeluang menjadi pemain Merah Putih paling sukses di ajang itu.  Pebulutangkis Indonesia telah tiba di Basel dan memulai pertarungan besok (hari ini) di Stadion St. Jakobshalle.

Hendra menjadi pemain tersukses dalam rombongan Indonesia yang  terbang ke Basel dengan koleksi tiga gelar juara; 2007 (bersama Markis Kido), 2013 dan 2015 (bersama Mohammad Ahsan).

Kini, Hendra bersama Ahsan tampil sebagai unggulan keempat. Mendapatkan bye di babak pertama, mereka tinggal menunggu pemenang antara pasangan Irlandia, Joshua Magee/Paul Reynolds, dan ganda Belanda, Jelle Maas/Robin Tabeling.

Jika dari nomor ganda Indonesia masih bisa bersaing, nomor tunggal cukup lama paceklik gelar di Kejuaraan Dunia Bulutangkis. Predikat juara kali terakhir dari nomor tunggal Indonesia dicapai oleh Taufik Hidayat yang meraih emas pada 2005 atau 14 tahun lampau.  Bahkan, dari sektor tunggal putri lebih lama lagi nol medali emas, yakni sejak Susy Susanti menjadi jawara pada 1993 atau 26 tahun silam.

Dari empat sektor yang ada, ganda putri yang belum mencapai mengukirkan nama sebagai penyumbang medali emas dari Kejuaraan Dunia Bulutangkis. Belum satupun wakil Indonesia yang menjadi juara di ajang itu. (CNN/DS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px