Log in

Hadapi Badak Lampung, Persebaya Belum Temukan Pelatih


Jakarta-andalas Rencana Persebaya Surabaya menunjuk pelatih baru kemungkinan tertunda. Hingga kini manajemen belum menemukan nakhoda anyar.
Klub sebelumnya berharap sudah menemukan pelatih baru sebelum laga melawan Perseru Badak Lampung di Shopee Liga 1 2019. Bajul Ijo meladeni pertandingan itu Selasa (20/8).

"Semoga sebelum lawan Badak Lampung sudah ada. Lihat saja nanti," ungkap manajer Persebaya Candra Wahyudi.

Namun, hingga kini tidak ada perkembangan baru. Sugiantoro pun masih menunaikan tugas sebagai caretaker dengan memimpin sesi latihan terakhir.  Sosok yang akrab disapa Bejo itu bertugas menggantikan Djadjang Nurdjaman yang diberhentikan usai ditahan Madura United 2-2, Sabtu (10/8).

Memimpin tim pada duel versus Arema FC, Persebaya babak belur dan menyerah 0-4. "Semoga (manajemen) bisa mendatangkan pelatih baru. Kehadirannya untuk mengetahui segera pemain mana yang harus dievaluasi di putaran kedua. Mudah-mudahan secepatnya," kata Sugiantoro.

Persebaya hanya meraih satu kemenangan di delapan laga terakhir Liga 1 2019. Mereka kian tertinggal pada perburuan gelar juara. Saat ini Persebaya berada 13 poin di belakang pemuncak klasemen Bali United yang memiliki tabungan satu pertandingan.

Setelah pelatih anyar datang, Sugiantoro berencana memberi bantuan sebanyak mungkin, salah satunya dengan memberi masukan terkait kinerja pemain pada putaran pertama Liga 1 2019.

"Kalau untuk pencoretan (pemain), saya sudah ada gambaran. Saya tidak bisa jelaskan, itu rahasia. Yang jelas, saya akan memberikan masukan saja," ungkapnya.

Fakta Pemecatan Djadjang
 
Presiden klub Persebaya Surabaya, Azrul Ananda mengungkap fakta di balik pemecatan Djadjang Nurdjaman. Menurutnya, keputusan tersebut sudah berdasar persetujuannya sebagai pemilik.

Persebaya memecat Djanur sapaan akrab Djadjang setelah pertandingan pekan ke-13 Liga 1 2019 yang disiarkan Indosiar. Kala itu, Green Force ditahan Madura United dengan skor 2-2.

"Saya yang meminta Candra (Candra Wahyudi, Manajer tim) untuk segera membuat keputusan untuk segera melangkah," ungkap Azrul Ananda.

Dan momennya pun dia anggap sudah tepat. Karena jauh-jauh hari Djanur sudah menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada manajemen Persebaya terkait nasibnya sebagai pelatih.

"Tapi waktu itu kami masih menguatkan, karena yang terbaik adalah selalu menilai dengan tenang tidak emosional. Jadi ini buka keputusan emosional bahkan sudah dilakukan tujuh game sebelumnya," tegas Azrul.

Azrul juga menegaskan bahwa hubungan dengan Djanur tetap baik. Bahkan, komunikasinya dengan mantan arsitek Persib tersebut tetap bagus meskipun sudah tidak menangani Persebaya lagi.

"Setelah coach diberhentikan, saya keesokan harinya masih chat sama coach Djanur. Saya bilang dunia sepak bola ini kecil, mungkin sekarang kita tidak berjodoh tapi siapa tahu kelak bisa berjodoh. Kita tidak bisa emosional dan yang saya senang Persebaya bisa menyelesaikan segalanya dengan profesional," pungkas Azrul.(Lip6/BN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px