|
Written by Sulaiman R Marbun
Wednesday, 22 February 2012 12:11 |
|
| Pendidikan Deli Serdang Menuju ISO 9001:2008
|
| “Panganugrahan Innovative Government Award kian memacu dan membangkitkan semangat untuk meningkatkan mutu pendidikan di seluruh tingkatan berbasis Internasional termasuk peningkatan mutu guru-guru.” Kadisdikpora Deli Serdang Saadah Lubis SPd MpdLubuk Pakam – andalas, Keberhasilan pengembangan dunia pendidikan di Kabupaten Deli Serdang melalui program inovatif konsep Percepatan Rehabilitasi dan Apresiasi terhadap Sekolah (Cerdas) yang dicanangkan Bupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan sejak tahun 2005, telah berhasil meraih penghargaan "Innovative Government Award" (IGA) Tahun 2011 dari Pemerintah Pusat yang diserahkan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi .
Penghargaan ini diberikan kepada Kabupaten Deli Serdang atas berhasilnya menggerakkan kekuatan 3 pilar pembangunan yaitu; Pemerintah, didukung pihak swasta dan peran serta masyarakat, telah melakukan percepatan rehabilitasi sekolah dan memberikan apresiasi terhadap sekolah bagi peningkatan kwalitas pendidikan di Kab Deli Serdang.
|
|
|
| FOTO BERSAMA. Manajer Yunir PT Inalum Power Plant, Ir Syahril MM (ketiga dari kiri) foto bersama dengan Rektor UMA Prof HA Ya’kub Matondang (kedua dari kiri), Wakil Rektor II Ir Hj Siti Mardiana, MSi (kiri), Dekan FT UMA, Ir Haniza MT, seusai menjadi narasumber pada semiloka “Hasil Evaluasi dan Perubahan Kurikulum 2007, di Kampus I UMA, Jalan Kolam Medan Estate, Selasa lalu. andalas/istMedan-andalas, Rektor Universitas Medan Area (UMA) Prof Ya’kub Matondang mengatakan, dunia pendidikan tinggi (PT) harus menyelaraskan sumber daya manusia (SDM) lulusannya dengan kondisi pasar industri. Karena itu, perubahan kurikulum 2007 menjadi kurikulum 2012, salah satu upaya memenuhi kebutuhan stakholder di tengah masyarakat.
“Kurikulum lama mengabaikan aspek teknik, sehingga tak sesuai dengan visi UMA yang inovatif dan berakhlak. Sedangkan kurikulum 2012 ini, sifatnya dinamis dan tak mengabaikan aspek teknis,” ujar rektor dalam sambutannya pada pembukaan semiloka “Hasil Evaluasi dan Perubahan Kurikulum 2007, yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Medan Area (FT UMA), di Kampus I UMA, Jalan Kolam Medan Estate, Selasa pekan lalu.
|
|
|
Written by Sulaiman R Marbun
Wednesday, 22 February 2012 12:05 |
|
| Soal Guru Honorer Jadi Perhatian Presiden
|
| Jakarta – andalas, Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut memerhatikan nasib sekitar 600.000 guru honorer yang tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tengah memproses pengangkatan para guru honorer. Hanya saja, proses pengangkatan guru honorer membutuhkan waktu.
"Prosesnya tidak lambat. Kami kira memang itu ada proses tindak lanjut. Ini membutuhkan waktu untuk validitas yang menjadi keharusan," kata Julian kepada para wartawan di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (21/2).
|
|
|
Written by Sulaiman R Marbun
Tuesday, 21 February 2012 10:15 |
|
| Hore....160.000 Guru Honorer Akan Diangkat Jadi CPNS
|
| Jakarta – andalas, Perjuangan ribuan guru dan pegawai tata usaha honorer yang berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta, Senin (20/2) sejak pagi hingga malam, mulai menemukan titik terang. Pengunjuk rasa yang menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mengesahkan payung hukum pengangkatan tenaga honorer menjadi calon pegawai negeri sipil (PNS).
Perwakilan guru honorer yang didampingi pengurus PGRI diterima Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Azwar Abubakar dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim datang kemudian saat pertemuan sudah selesai.
|
|
|
Written by Sulaiman R Marbun
Tuesday, 21 February 2012 10:13 |
|
| Guru Honorer :"Gaji Saya Cuma 100 Ribu"
|
| Gaji guru honorer ternyata ada yang hanya antara rp50 ribu hingga rp200 ribu perbulan. "Gaji saya cuma Rp100 ribu," kata Suminto, guru honorer dari Sekolah Dasar Watung Gede, Kediri, Jawa Timur.
Suminto mengaku pernah merasakan gaji sebesar 50 ribu per bulan selama empat tahun (2004-2008). Lalu gajinya naik menjadi 100 ribu. "Apa cukup untuk menghidupkan anak istri," katanya.
|
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 32 |