Written by Andi Star    Saturday, 28 January 2012 09:08   
Ratusan Umat Islam Demo Emerald Garden

Minta Jatimasindo Bangun Masjid yang Dihancurkan

DEMO PENGHANCURAN MASJID - Massa Aliansi Umat Islam menggelar aksi unjuk rasa di depan Hotel Emerald Garden, Jumat (27/1) siang, meminta agar pihak PT Jatimasindo segera membangun kembali Masjid Raudhatul Islam yang dirobohkan Jatimasindo. andalas/hs poetraMedan-andalas Ratusan massa umat Islam usai Salat Jumat (27/1) berunjuk rasa di depan Hotel Emerald Garden, di Jalan Yos Sudarso/Putri Hijau, Medan. Mereka menuntut pihak PT Jatimasindo yang berkantor di hotel tersebut segera mengembalikan Masjid Raudhatul Islam yang telah dihancurkan perusahaan pengembang tersebut.

Kehadiran ratusan massa pengunjuk rasa membuat panik pengunjung hotel. Sejumlah tamu hotel juga tampak mengintip dari balik jendela kamar hotel tempat mereka menginap.

Selain berorasi, pengunjuk rasa juga membakar ban bekas di halaman depan pintu masuk hotel tersebut sehingga kawasan itu dipenuhi asap hitam.

Aksi massa tersebut sempat memacetkan ruas Jalan Putri Hijau. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Coco milik Pertamina yang berada persis di seberang jalan depan Hotel Emerald juga langsung ditutup pengelolanya karena khawatir terjadi hal-hal tak diinginkan.

Puluhan personil kepolisian dari Sabhara Polresta Medan dan Polsek Medan Barat langsung diturun untuk mengamankan aksi demo tersebut bersama sejumlah satpam Hotel Emerald.

Sempat terjadi sedikit keributan saat seorang pengunjuk rasa membawa tabung gas 3 Kg dan diletakkan di badan Jalan Putri Hijau.

Kericuhan juga nyaris terjadi saat petugas mencoba memadamkan api pembakaran ban di depan pintu hotel. Para pengunjuk rasa menghalangi mobil water canon polisi yang mencoba masuk ke dalam pekarangan hotel. Namun kericuhan bisa dihindari dan pengunjuk rasa kembali melakukan orasi.

Dalam Orasinya, koordinator aksi Amirullah Hidayat meminta agar pihak Jatimasindo tidak memancing tindakan SARA di Kota Medan dengan menghancurkan Masjid Raudhatul Islam di Jalan Yos Sudarso.

Amirullah juga meminta kepolisian menangkap pelaku penghancuran Masjid Raudhatul Islam dengan menggunakan buldozer, belum lama ini. Pemko juga diingatkan untuk tidak menjadi antek-antek pengembang yang akan menghancurkan masjid-masjid di Kota Medan.

Sementara itu Ketua Aliansi Umat Islam Leo Himsyar mengatakan, aksi ini mereka lakukan untuk meminta pertanggungjawaban pihak Jatimasindo karena semena-mena menghancurkan Masjid Raudhatul Islam.

"Perubuhan masjid sama artinya telah menghalang-halangi umat Islam untuk melaksanakan ibadah," cetusnya.

Aliansi Ormas Islam juga meminta pertanggungjawaban pihak pengembang yang telah menghancurkan Masjid Al Khairiyah di komplek perumahan Emerald Garden. Masjid Al Khairiyah dihancurkan, sementara rumah ibadah yang letaknya bersebelahan dengan masjid tersebut malah tidak dihancurkan.

"Inikan diskriminatif terhadap umat Islam. Masjid Al Khairiyah dirobohkan sementara rumah kebaktian di sebelahnya tidak dirobohkan. Tentu saja ini memancing kemarahan Umat Islam yang selama ini diam saja dan masih menahan diri," sebut Leo.

Mereka menuntut pihak pemilik hotel agar segera membangun masjid yang telah dirubuhkan Jatimasindo. Sayangnya, hingga massa usai melaksanakan Salat Ashar berjamaah di halaman hotel tersebut,  pemilik atau perwakilan manajemen Jatimasindo tidak mau menemui  pengunjuk rasa.

Setelah kembali berorasi dan menyampaikan pernyataan sikapnya, massa Aliansi Umat Islam membubarkan diri.(HP/Gus)